Ketika membicarakan kesehatan, banyak orang langsung memikirkan obat, suplemen, atau vitamin. Namun ada satu “apotek alami” di dalam tubuh manusia yang sering tidak disadari: otot.
Dalam ilmu fisiologi modern, otot tidak hanya berfungsi untuk bergerak. Para peneliti kini menganggap otot sebagai salah satu organ endokrin terbesar di tubuh manusia.
Artinya, otot mampu memproduksi dan melepaskan berbagai molekul biologis yang memengaruhi kesehatan banyak organ lain di dalam tubuh.
Dengan kata lain, otot bukan hanya membantu kita bergerak, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Latihan Kekuatan: “Polypill” Alami bagi Tubuh
Banyak orang berolahraga untuk meningkatkan kekuatan atau menjaga bentuk tubuh. Namun manfaat latihan kekuatan sebenarnya jauh lebih besar dari itu.
Dalam beberapa penelitian kesehatan, latihan kekuatan sering disebut sebagai “polypill” alami.
Istilah polypill biasanya digunakan dalam dunia medis untuk menggambarkan satu obat yang memiliki banyak manfaat kesehatan sekaligus.
Menariknya, olahraga khususnya latihan kekuatan (strength training) — memiliki efek yang mirip.
Latihan kekuatan dapat membantu:
-
meningkatkan metabolisme tubuh
-
memperbaiki sensitivitas insulin
-
mengurangi peradangan kronis
-
memperkuat tulang dan otot
-
menjaga kesehatan jantung
Karena itu, latihan kekuatan sering dianalogikan seperti “armor” atau pelindung bagi tubuh, yang membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh Saat Kita Berolahraga?
Saat seseorang melakukan latihan kekuatan, otot tidak hanya bekerja secara fisik.
Di tingkat seluler, otot juga melepaskan berbagai molekul biologis aktif yang disebut myokine.
Myokine adalah protein sinyal yang diproduksi oleh sel otot dan dilepaskan ke dalam aliran darah saat aktivitas fisik terjadi.
Setelah masuk ke dalam aliran darah, molekul ini dapat berkomunikasi dengan berbagai organ lain di tubuh, termasuk:
-
otak
-
hati
-
jaringan lemak
-
sistem imun
Melalui mekanisme ini, olahraga dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti:
-
mempercepat pemulihan tubuh
-
menurunkan peradangan
-
membantu mengatur metabolisme
Dengan kata lain, ketika kita berolahraga, tubuh sebenarnya sedang mengaktifkan sistem penyembuhan alami dari dalam.
Myokine: Molekul yang Menghubungkan Otot dengan Seluruh Tubuh
Para ilmuwan telah mengidentifikasi berbagai jenis myokine yang memiliki fungsi penting dalam tubuh.
Beberapa di antaranya adalah:
Cathepsin B
Molekul ini berperan dalam meningkatkan fungsi otak dan membantu proses pembentukan neuron baru.
Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1)
Berperan dalam pertumbuhan dan regenerasi jaringan otot.
Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF)
Sering disebut sebagai “pupuk” bagi otak karena membantu pertumbuhan serta kelangsungan hidup sel saraf.
Leukemia Inhibitory Factor (LIF)
Mendukung proses regenerasi jaringan otot setelah latihan.
Keberadaan molekul-molekul ini menunjukkan bahwa aktivitas otot memiliki dampak luas terhadap kesehatan tubuh.
Hubungan Otot dan Pencegahan Penyakit
Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa aktivitas otot dapat memengaruhi lingkungan biologis di sekitar sel, termasuk yang berkaitan dengan pertumbuhan sel abnormal.
Myokine yang dilepaskan saat olahraga dapat memengaruhi tumor microenvironment (TME), yaitu lingkungan biologis di sekitar sel tumor.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara rutin dapat membantu:
-
menghambat pertumbuhan sel abnormal
-
mengurangi peradangan kronis
-
memperkuat respons sistem imun
Meskipun penelitian di bidang ini masih terus berkembang, temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Latihan Kekuatan dan Perlindungan bagi Otak
Manfaat latihan kekuatan tidak hanya dirasakan oleh otot atau metabolisme tubuh. Aktivitas fisik juga memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan otak.
Saat berolahraga, tubuh menghasilkan hormon yang disebut irisin.
Irisin memiliki kemampuan untuk melewati blood-brain barrier, yaitu lapisan pelindung yang memisahkan aliran darah dari jaringan otak.
Setelah mencapai otak, irisin dapat membantu:
-
meningkatkan produksi BDNF
-
mendukung regenerasi sel saraf
-
mengurangi penumpukan protein amyloid-beta yang berkaitan dengan demensia
Inilah salah satu alasan mengapa olahraga rutin sering dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif.
Membangun Otot Dimulai dari Apa yang Kita Makan
Latihan kekuatan memang menjadi kunci dalam membangun otot. Namun tanpa nutrisi yang tepat, tubuh akan kesulitan melakukan proses pemulihan dan pertumbuhan jaringan otot.
Protein merupakan salah satu nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh untuk:
-
memperbaiki jaringan otot
-
mendukung pertumbuhan otot
-
menjaga metabolisme tubuh
Karena itu, banyak orang dengan gaya hidup aktif mulai memperhatikan kualitas sumber protein yang mereka konsumsi setiap hari.
Sumber protein dari real food seperti dada ayam sering menjadi pilihan karena kandungan proteinnya tinggi dan relatif rendah lemak.
Saat ini juga tersedia pilihan praktis seperti MOOYAM dari Moon Mate, produk berbasis dada ayam yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan protein bagi mereka yang menjalani gaya hidup aktif.
Kesimpulan
Otot bukan hanya bagian tubuh yang membantu kita bergerak. Di balik aktivitas fisiknya, otot juga berfungsi sebagai organ yang mampu memproduksi berbagai molekul penting bagi kesehatan.
Melalui pelepasan myokine, aktivitas otot dapat memengaruhi metabolisme, sistem imun, hingga kesehatan otak.
Karena itu, olahraga, khususnya latihan kekuatan sering dianggap sebagai salah satu “obat alami” paling kuat yang dimiliki tubuh manusia.
Dan seperti banyak proses kesehatan lainnya, semuanya dimulai dari dua hal sederhana: bergerak secara rutin dan memberikan nutrisi yang tepat bagi tubuh.
0 comments